Sel Korosi Galvanis

Posted: Oktober 29, 2010 in Korosi
Tag:

Mengapa kita perlu memahami korosi dan perlindungannya terhadap besi/ baja?

Karena besi tersedia dalam jumlah besar di alam, memiliki sifat mekanik yang memadai, dan diperlukan biaya produksi yang relatif murah untuk digunakan sebagai komponen utama dari struktur lepas pantai dan darat. Namun besi adalah logam yang sangat tidak stabil, dan akan menimbulkan korosi mudah bila terjadi kontak dengan udara lembab, air atau bahkan dengan beberapa bahan kimia yang akan menimbulkan reaksi dengan baja. Dengan kata lain dalam kondisi normal atmosfer lembab, proses baja untuk membentuk oksida (Fe2O3 dan atau Fe (OH) 3) akan berlangsung secara spontan.

Kondisi diatas dapat dengan mudah kita temui pada aplikasi baja di zona “splash zone” suatu konstruksi laut seperti jacket platform, dimana di baja akan timbul korosi lebih cepat karena:
1. Tingginya konsentrasi oksigen di daerah splash zone akibat berlimpah Oksigen dari atmosfer.
2. Deposit garam akibat siklus basah dan kering menciptakan  kecenderungan tinggi terjadinya  korosi pitting (lubang) pada material.

Ada perbedaan deskripsi dalam sel korosi antara konsep kimia dan konsep listrik.
Dalam konsep Kimia (Fig 1):

Fig. 1 - Electron Flow (Chemical Concept) in an iron-copper corrosion cell

 

  • Anoda bermuatan positif, dan
  • Katoda bermuatan negatif,
  • Elektron dalam konsep ini mengalir dari Anoda ke Katoda

Dalam Konsep Listrik (Fig. 2):

Fig. 2 - Electrical current flow (Electrical Concept) in a corrosion cell

 

  • Anoda adalah bermuatan negatif, dan
  • Katoda bermuatan positif,
  • dan arus listrik mengalir dari Katoda ke Anoda.

Kenyataannya, diantara dua loham yang berlainan jenis, suatu material logam bisa jadi jauh lebih stabil dari yang lainnya. Alasan utama dari hal ini adalah karena adanya energi potensial listrik yang berbeda diantara kedua logam, seperti yang ditunjukkan didalam list dibawah ini:

Galvanic Series in Sea Water

  • Penambahan unsur campuran (alloying) akan memberikan sifat tertentu kepada material. Misalnya baja tahan karat dengan campuran kromium, nikel, dan molibdenum akan membuat baja lebih mulia (noble) dan akan mempromosikan pembentukan suatu lapisan film, kuat padat, bersifat oksida pelindung pada permukaan logam.
  • Pembentukan lapisan pelindung (film oxide) pada permukaan logam bersifat lebih resistif dari material dasarnya. (Film oksida contohnya adalah baja tahan karat dan aluminium).

Dalam suatu seri galvanis (Galvanic Series) seperti tabel diatas menunjukkan bahwa semakin banyak energi yang dibutuhkan dalam proses pemurnian (refining), maka logam tersebut akan lebih mudah untuk terkorosi. Dalam hal logam lain yang membutuhkan sedikit energi untuk proses pemurniannya, maka logam tersebut akan semakin tahan korosi (contohnya emas).

 
Komentar
  1. tajuddin mengatakan:

    thanks bos infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s